Ledakan Truk Tangki di Area PT Devi Mandiri, Dua Tewas Tiga Kritis
BATANGHARI, POROSAKTUAL.COM — Ledakan keras terjadi di area yard PT Devi Mandiri, kawasan Km 41, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu (3/10/2026). Sebuah truk tangki yang disebut berkaitan dengan pengangkutan minyak mentah diduga meledak saat dilakukan pekerjaan pengelasan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya disebut mengalami kondisi kritis dan harus mendapatkan penanganan medis.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, ledakan terjadi ketika proses pengelasan sedang berlangsung. Namun, belum diketahui secara pasti bagian mana yang menjadi sumber ledakan maupun kondisi tangki sebelum pekerjaan dilakukan.
Pasca kejadian, lokasi terlihat mendapat penanganan. Dalam video yang beredar, sejumlah orang tampak berada di sekitar truk tangki yang telah diberi pembatas.
Ledakan Saat Pengelasan, Prosedur K3 Jadi Sorotan
Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur keselamatan kerja yang diterapkan sebelum pekerjaan pengelasan dilakukan.
Apakah tangki telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan aman? Apakah tangki benar-benar telah bebas dari sisa minyak, uap, atau material yang berpotensi mudah terbakar? Apakah pekerjaan pengelasan telah melalui prosedur hot work permit dan pengawasan K3?
Semua pertanyaan tersebut harus dijawab melalui pemeriksaan resmi, bukan berdasarkan asumsi.
Aparat penegak hukum bersama instansi terkait perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi truk tangki, riwayat penggunaannya, prosedur pekerjaan, kelengkapan K3, serta SOP yang berlaku di lingkungan perusahaan.
Nama JH Beredar, Perlu Konfirmasi
Di tengah informasi yang berkembang, muncul nama berinisial JH yang disebut-sebut berkaitan dengan PT Devi Mandiri.
Namun, informasi tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak yang bersangkutan maupun pihak berwenang. Karena itu, redaksi tidak menempatkan informasi tersebut sebagai fakta dan masih menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Jangan Berhenti pada Penanganan Korban
Dengan adanya dua korban meninggal dunia dan tiga korban lainnya dalam kondisi kritis, kasus ini tidak cukup hanya berhenti pada proses evakuasi dan penanganan medis.
Penyebab ledakan harus diungkap secara terang melalui pemeriksaan teknis dan penyelidikan. Bila nantinya ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja atau unsur pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum.(Red)