Breaking News
Kemarau Berkepanjanagan, ROCKY CANDRA Hadir di Tengah Kesulitan Warga Rawasari Polda Jambi Dukung Stabilitas Pangan GERAK CEPAT TNI DAN BWSS! 12.000 LITER AIR BERSIH DIGELONTORKAN UNTUK WARGA DESA KEDOTAN GIBRAN DIMINTA TAK TERPANCING PROPAGANDA SOAL IJAZAH: BUKTIKAN LEWAT FAKTA DAN JALUR HUKUM 86 Hektare Lahan Terbakar di Tebo, Polri-TNI dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Rakor Bersama Wamen LH, Wagub Sani Tegaskan Pengendalian Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak Wagub Sani Dampingi Wamen LH Tinjau Karhutla di Parit Culum, Tanjab Timur BMKG Jambi Perbarui Prakiraan Hujan, Warga Diminta Waspada Kekeringan dan Karhutla RMJ Kota Jambi Tegaskan Marwah Adat Melayu Tak Bisa Direndahkan: “Keturunan Bangsawan Tak Akan Tunduk” Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa Terintegrasi Kemarau Berkepanjanagan, ROCKY CANDRA Hadir di Tengah Kesulitan Warga Rawasari Polda Jambi Dukung Stabilitas Pangan GERAK CEPAT TNI DAN BWSS! 12.000 LITER AIR BERSIH DIGELONTORKAN UNTUK WARGA DESA KEDOTAN GIBRAN DIMINTA TAK TERPANCING PROPAGANDA SOAL IJAZAH: BUKTIKAN LEWAT FAKTA DAN JALUR HUKUM 86 Hektare Lahan Terbakar di Tebo, Polri-TNI dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Rakor Bersama Wamen LH, Wagub Sani Tegaskan Pengendalian Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak Wagub Sani Dampingi Wamen LH Tinjau Karhutla di Parit Culum, Tanjab Timur BMKG Jambi Perbarui Prakiraan Hujan, Warga Diminta Waspada Kekeringan dan Karhutla RMJ Kota Jambi Tegaskan Marwah Adat Melayu Tak Bisa Direndahkan: “Keturunan Bangsawan Tak Akan Tunduk” Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa Terintegrasi
Daerah Breaking News Trending

Wakapolda Jambi Dorong Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Wujudkan Keamanan Berkeadilan

M.K.A M.K.A · · 5 min baca · 54 views
Wakapolda Jambi Dorong Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Wujudkan Keamanan Berkeadilan
Bagikan:

JAMBI, POROSAKTUAL.COM — Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., mendorong penguatan kolaborasi antara Kepolisian, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan keamanan serta kriminalitas yang semakin kompleks.


Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jambi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum Fakultas Hukum Universitas Batanghari (Unbari) yang berlangsung di Aula Abdurrahman Sayoeti Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (26/9/2026).


Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Polda Jambi, Kampus dan Masyarakat Kolaborasi dalam Kebijakan Kriminal Menuju Jambi yang Aman, Tertib dan Berkeadilan.”


Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Batanghari Dr. Yunan Surono, S.E., M.M., Dekan Fakultas Hukum Universitas Batanghari Dr. Nyimas Eny Fitria Wardhani, S.H., M.H., civitas akademika, serta sekitar 100 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batanghari.


Dalam pemaparannya, Brigjen Pol. K. Yani Sudarto menjelaskan bahwa tantangan keamanan saat ini tidak lagi berdiri sendiri. Persoalan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi sosial, politik, ekonomi, perkembangan teknologi hingga persoalan lingkungan.


Karena itu, menurutnya, penanganan masalah keamanan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum melalui tindakan represif. Pencegahan, kesadaran hukum, serta partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun keamanan yang berkelanjutan.

«“Permasalahan keamanan tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan hukum. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kepatuhan terhadap hukum serta keterlibatan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Brigjen Pol. K. Yani Sudarto.»


Paradigma Keamanan Terus Berkembang


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga mengangkat pemikiran Barry Buzan mengenai konsep keamanan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga mencakup dimensi lingkungan, sosial, ekonomi, dan politik.


Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan penanganan kriminalitas juga membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan adaptif.


Paradigma penanganan kejahatan, kata dia, tidak semata-mata berorientasi pada tindakan setelah tindak pidana terjadi, tetapi juga harus memperkuat langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya kejahatan.


Pendekatan pencegahan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan institusi pendidikan tinggi.


Dalam konteks itu, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis karena memiliki sumber daya akademik, penelitian, kajian ilmiah, serta kemampuan menghasilkan gagasan yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan kriminal.


«“Kampus bukan hanya menjadi tempat seminar atau diskusi, tetapi dapat menjadi mitra dalam memproduksi pengetahuan. Kolaborasi antara Kepolisian, kampus dan masyarakat inilah yang dapat membangun collaborative security,” jelasnya.»


Universitas Batanghari Diusulkan Jadi Mitra Pengetahuan


Brigjen Pol. K. Yani Sudarto juga menyampaikan bahwa Mabes Polri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra pengetahuan Kepolisian.


Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan akan mengusulkan Universitas Batanghari agar turut menjadi bagian dari kemitraan tersebut.


Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat proses analisis dan pemahaman terhadap berbagai persoalan keamanan yang berkembang di tengah masyarakat.


Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan antara aparat penegak hukum dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.


Dari Policing Menuju Public Trust


Selain membahas kolaborasi, Wakapolda Jambi menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pelaksanaan tugas Kepolisian, dari sekadar policing menuju penguatan public trust atau kepercayaan masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan Kepolisian tidak hanya dapat dilihat dari jumlah perkara yang berhasil ditangani atau diselesaikan.


Lebih jauh, ukuran keberhasilan juga perlu dilihat dari kemampuan mencegah terjadinya kejahatan, menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian.

«“Keberhasilan Kepolisian bukan hanya diukur dari berapa banyak perkara yang diselesaikan. Kita juga harus melihat apakah kejahatan berkurang, apakah masyarakat merasa aman, dan apakah masyarakat semakin percaya kepada polisi,” ungkapnya.»


Ia menilai keamanan akan semakin kuat apabila kewenangan Kepolisian, pengetahuan akademik, serta pengalaman masyarakat dapat dipadukan dalam sebuah kerja sama yang konstruktif.


«“Keamanan lahir ketika kewenangan, pengetahuan dan pengalaman masyarakat dapat dikolaborasikan. Karena itu, sinergi antara Kepolisian, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jambi yang aman, tertib dan berkeadilan,” pungkasnya.»


Polda Jambi Dorong Kolaborasi Berkelanjutan


Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi antara Kepolisian dengan dunia akademik.


Menurut Erlan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan perspektif ilmiah, kajian, serta gagasan yang dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian.

«“Kami menyambut baik kegiatan kuliah umum ini. Dunia akademik memiliki peran penting dalam memberikan perspektif ilmiah, kajian dan gagasan yang dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian, khususnya dalam menghadapi perkembangan persoalan keamanan dan kriminalitas yang semakin kompleks,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji mewakili Kapolda Jambi.»


Ia menambahkan, Polda Jambi terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi maupun kegiatan akademik semata, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


«“Kolaborasi antara Kepolisian, kampus dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya pencegahan kejahatan, peningkatan kesadaran hukum dan penguatan kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian,” jelasnya.»


Melalui penguatan sinergi tersebut, Polda Jambi bersama perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan dapat membangun pendekatan keamanan yang lebih preventif, berbasis pengetahuan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Dengan demikian, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Jambi yang aman, tertib dan berkeadilan.(Red)

Advertisement
📬 Hubungi Redaksi
Tips & informasi: redaksi@porosaktual.com
Iklan & Kerjasama: iklan@porosaktual.com
Advertisement
Poros Aktual

Pasang Poros Aktual

Akses berita lebih cepat & membaca offline