Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Perkuat Ekonomi Daerah untuk Kejar Target Nasional 8 Persen
BATAM, POROSAKTUAL.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) memegang peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana diarahkan Presiden.
Menurut Bima, target tersebut tidak akan tercapai tanpa kontribusi nyata dari daerah. Karena itu, kepala daerah dituntut memahami kondisi dan indikator pembangunan serta mampu menerjemahkannya menjadi kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bima saat menghadiri Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Batam dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (11/9/2026).
“Pertumbuhan ekonomi nasional itu enggak mungkin tercapai targetnya tanpa kontribusi dari pertumbuhan ekonomi di daerah. Dan tidak mungkin ekonomi daerah itu berkembang ketika kepala daerahnya enggak paham bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bima.
Pemda Jangan Hanya Andalkan Belanja Pemerintah
Bima menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya mengandalkan government spending sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.
Pemda, kata dia, harus membangun ekosistem ekonomi secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Upaya tersebut mencakup penguatan produksi lokal, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing.
Kemendagri juga akan memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam memahami berbagai indikator pembangunan, termasuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Menurut Bima, indikator tersebut harus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka kemiskinan,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.
Batam Diminta Perkuat Infrastruktur dan Layanan Dasar
Khusus untuk Kota Batam, Bima memberikan sejumlah catatan terkait keberlanjutan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang pesat, menurutnya, harus diimbangi dengan penguatan layanan dasar dan infrastruktur perkotaan.
Sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian antara lain ketersediaan air bersih, transportasi publik, kemacetan, serta pengelolaan sampah secara terpadu.
Bima juga menyoroti tingginya arus migrasi penduduk ke Batam. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perencanaan tata ruang yang matang agar pertumbuhan kota tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Ia mendorong Pemerintah Kota Batam mengoptimalkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mengantisipasi perkembangan wilayah sekaligus memastikan pembangunan berlangsung inklusif dan tidak diskriminatif.
Identitas Budaya Batam Jangan Sampai Hilang
Di tengah pesatnya pembangunan fisik dan modernisasi Kota Batam, Bima mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan identitas budaya lokal.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai budaya dan sejarah. Identitas tersebut dinilai menjadi modal penting agar Batam tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter sebagai sebuah kota.
“Batam punya modal untuk membangun identitas itu dengan kultur yang ada. Jangan sampai luntur Pak. Jangan sampai telat,” tandas Bima.
Bima berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat semakin diperkuat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat perekonomian Batam, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal secara
berkelanjutan.(Red)