RMJ Kota Jambi Tegaskan Marwah Adat Melayu Tak Bisa Direndahkan: “Keturunan Bangsawan Tak Akan Tunduk”
JAMBI, POROSAKTUAL.COM — Ketua Persatuan Raden Melayu Jambi (RMJ) Kota Jambi, Raden Syah Iran Syam, menyampaikan sikap tegas terkait persoalan yang dinilai menyangkut simbol, marwah, dan kehormatan Adat Melayu Jambi.
Syah Iran Syam menegaskan, secara kelembagaan RMJ Kota Jambi tidak pernah memberikan persetujuan, restu maupun mandat kepada pihak mana pun untuk mengambil sikap yang bertentangan dengan nilai serta kehormatan adat.
Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang sembarangan membawa nama Keluarga Besar Raden dalam persoalan yang tengah menjadi perhatian publik tanpa mandat dan dasar yang jelas.
“Saya tegaskan secara kelembagaan, RMJ tidak pernah memberikan persetujuan terhadap perbuatan apa pun yang merendahkan simbol dan marwah Adat Melayu Jambi. Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Keluarga Besar Raden, itu bukan sikap organisasi RMJ,” tegas Syah Iran Syam.
Menurutnya, penggunaan nama keluarga besar tanpa mandat resmi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan tidak dapat serta-merta dianggap sebagai representasi sikap RMJ.
Syah Iran Syam menilai, persoalan yang berkaitan dengan adat dan marwah tidak semestinya diselesaikan hanya melalui pertemuan informal maupun seremonial. Menurut dia, setiap persoalan adat harus ditempatkan dalam koridor dan mekanisme adat yang berlaku.
“Keluarga Besar Keturunan Bangsawan tidak pernah tunduk pada perundingan yang dilakukan tanpa mekanisme dan tanpa penghormatan terhadap adat. Jangan menganggap persoalan marwah adat bisa selesai hanya karena duduk bersama sambil minum kopi,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila terdapat tindakan yang dinilai merendahkan marwah adat, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur yang sesuai dengan tatanan adat.
Syah Iran Syam juga mengingatkan pihak-pihak yang mengaku memiliki garis keturunan besar Jambi agar memahami konsekuensi moral dari identitas tersebut.
“Siapa pun yang merasa memiliki garis keturunan besar Jambi, tetapi berada di dalam organisasi yang justru menjatuhkan marwah Adat Jambi, pikirkan kembali posisi kalian,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga marwah adat bukan hanya berkaitan dengan penggunaan gelar, nama keluarga maupun atribut, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral untuk menghormati sejarah dan nilai-nilai adat Jambi.
“Jangan ada pengkhianatan terhadap marwah adat di rumah sendiri. Jambi adalah negeri yang memiliki adat, sejarah, dan marwah. Identitas itu membawa tanggung jawab, bukan sekadar kebanggaan di atas nama,” tegasnya.
Lebih lanjut, RMJ Kota Jambi menegaskan tidak memberikan ruang bagi pihak mana pun yang menggunakan nama Keluarga Besar Raden maupun RMJ tanpa mandat yang jelas.
Syah Iran Syam memastikan RMJ tetap berkomitmen menjaga kehormatan dan marwah Adat Melayu Jambi serta akan menyatakan sikap apabila terdapat tindakan yang dinilai melewati batas penghormatan terhadap adat.
“Kami tidak sedang mencari pertentangan. Tetapi kami juga tidak akan diam ketika marwah Adat Melayu Jambi direndahkan. Ada batas yang harus dihormati. Ketika batas itu dilanggar, RMJ akan berdiri menyatakan sikap,” pungkasnya.(Red)