Breaking News
Kemarau Berkepanjanagan, ROCKY CANDRA Hadir di Tengah Kesulitan Warga Rawasari Polda Jambi Dukung Stabilitas Pangan GERAK CEPAT TNI DAN BWSS! 12.000 LITER AIR BERSIH DIGELONTORKAN UNTUK WARGA DESA KEDOTAN GIBRAN DIMINTA TAK TERPANCING PROPAGANDA SOAL IJAZAH: BUKTIKAN LEWAT FAKTA DAN JALUR HUKUM 86 Hektare Lahan Terbakar di Tebo, Polri-TNI dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Rakor Bersama Wamen LH, Wagub Sani Tegaskan Pengendalian Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak Wagub Sani Dampingi Wamen LH Tinjau Karhutla di Parit Culum, Tanjab Timur BMKG Jambi Perbarui Prakiraan Hujan, Warga Diminta Waspada Kekeringan dan Karhutla RMJ Kota Jambi Tegaskan Marwah Adat Melayu Tak Bisa Direndahkan: “Keturunan Bangsawan Tak Akan Tunduk” Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa Terintegrasi Kemarau Berkepanjanagan, ROCKY CANDRA Hadir di Tengah Kesulitan Warga Rawasari Polda Jambi Dukung Stabilitas Pangan GERAK CEPAT TNI DAN BWSS! 12.000 LITER AIR BERSIH DIGELONTORKAN UNTUK WARGA DESA KEDOTAN GIBRAN DIMINTA TAK TERPANCING PROPAGANDA SOAL IJAZAH: BUKTIKAN LEWAT FAKTA DAN JALUR HUKUM 86 Hektare Lahan Terbakar di Tebo, Polri-TNI dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Rakor Bersama Wamen LH, Wagub Sani Tegaskan Pengendalian Karhutla Harus Libatkan Semua Pihak Wagub Sani Dampingi Wamen LH Tinjau Karhutla di Parit Culum, Tanjab Timur BMKG Jambi Perbarui Prakiraan Hujan, Warga Diminta Waspada Kekeringan dan Karhutla RMJ Kota Jambi Tegaskan Marwah Adat Melayu Tak Bisa Direndahkan: “Keturunan Bangsawan Tak Akan Tunduk” Wamendagri Bima Arya: KDKMP Harus Jadi Pusat Layanan Ekonomi Desa Terintegrasi
Daerah Breaking News Trending

Penguatan FORIS dan Kelayan Binter, Ditjenpas Jambi Dorong Eks WBP Diterima Masyarakat dan Mandiri

M.K.A M.K.A · · 3 min baca · 36 views
Penguatan FORIS dan Kelayan Binter, Ditjenpas Jambi Dorong Eks WBP Diterima Masyarakat dan Mandiri
Bagikan:


JAMBI, POROSAKTUAL.COM — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penguatan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) dan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) Tahun 2026.


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Kito Resort, Jalan Serma Ishak Ahmad, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Selasa (15/9/2026), mulai sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan dibuka Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Dr. Tr. Irwan Rahmat Gumilar, A.Md.P., S.H., M.Si., dan dihadiri sekitar 120 peserta dari unsur pemerintah, dunia usaha, aparat, lembaga bantuan hukum, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, mitra kerja pemasyarakatan serta insan media.


Sejumlah pejabat dan undangan yang hadir antara lain Ketua KADIN Provinsi Jambi H. Usman Sulaiman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., Kepala KSOP Kelas III Talang Duku Capt. Prihartanta Ekabudi Jatmika, M.M., serta perwakilan Kodim 0415/Jambi.


Turut hadir Manajer Operasional PT Pertamina Patra Niaga Jambi Beny Kurniawan, para kepala UPT Pemasyarakatan Jambi, perwakilan Disnakertrans Provinsi Jambi, Babinsa Kelurahan Mayang Mangurai Serma Afriyadi, serta perwakilan Bapas, LBH, dunia usaha, LSM, tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Irwan Rahmat Gumilar memberikan apresiasi kepada seluruh anggota FORIS dan Kelayan Binter yang selama ini berperan sebagai relawan sosial dalam mendampingi dan membina eks Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan pendampingan hingga membuka akses lapangan pekerjaan merupakan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan dan menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial.


"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota FORIS dan Kelayan Binter yang sudah menjadi relawan sosial. Keikhlasan Bapak/Ibu mendampingi, membina dan membuka lapangan kerja bagi eks Warga Binaan adalah wujud nyata pengamalan nilai kemanusiaan," ujarnya.


Irwan juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk memberikan kesempatan kedua kepada mantan warga binaan. Ia menilai stigma sosial menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses mereka kembali ke tengah masyarakat.


"Kita buka ruang seluas-luasnya, beri kesempatan kedua. Karena stigma adalah tembok paling tinggi yang harus kita runtuhkan bersama. Jika mereka diterima, mereka akan kuat. Jika mereka dikucilkan, kita menciptakan masalah baru," tegasnya.


Ia menekankan, penguatan FORIS dan Kelayan Binter tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Program reintegrasi harus menghasilkan dampak nyata, khususnya dalam membantu eks WBP memperoleh pekerjaan dan mampu hidup mandiri.


Kepada jajaran UPT Pemasyarakatan, Irwan meminta agar sinergi dengan FORIS dan Kelayan Binter terus diperkuat. Pemetaan kebutuhan serta pelatihan keterampilan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di Provinsi Jambi.

"Jangan sampai kita melatih, tapi tidak ada yang menyerap," katanya.


Ia menambahkan, tahun 2026 harus menjadi momentum penguatan program reintegrasi sosial dengan menempatkan dampak sebagai ukuran keberhasilan.


"Berapa eks WBP yang sudah bekerja, berapa yang sudah mandiri dan berapa yang sudah diterima masyarakat, itu indikator keberhasilan kita," ujarnya.


Selain sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi secara virtual bersama Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Hendarsam Marantoko serta Forkopimda Jambi.


Rangkaian kegiatan juga diisi penampilan tari tradisional Burung Kadidi binaan Lapas Kelas IIA Perempuan Jambi, penampilan band warga binaan pemasyarakatan Jambi, serta ramah tamah dan makan siang.

Sebelumnya, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Lapas dan doa.


Kegiatan Sosialisasi dan FGD Penguatan FORIS dan Kelayan Binter Tahun 2026 tersebut selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dan tertib.


Melalui penguatan FORIS dan Kelayan Binter, Ditjenpas Jambi mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat agar proses reintegrasi sosial tidak berhenti setelah warga binaan keluar dari lapas atau rutan, tetapi berlanjut hingga mereka benar-benar mampu bekerja, mandiri dan kembali diterima sebagai bagian dari masyarakat.(Red)

Advertisement
📬 Hubungi Redaksi
Tips & informasi: redaksi@porosaktual.com
Iklan & Kerjasama: iklan@porosaktual.com
Advertisement
Poros Aktual

Pasang Poros Aktual

Akses berita lebih cepat & membaca offline