Gerai KDMP Buka Akses Pasar Produk Lokal Papua
NABIRE, POROSAKTUAL.COM — Kehadiran Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Papua Tengah membuka peluang bagi produk lokal masyarakat desa untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih terorganisasi.
Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, gerai KDMP diharapkan dapat menjadi sarana pemasaran berbagai hasil usaha warga sehingga mampu mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Pembangunan gerai KDMP mulai dilakukan di sejumlah wilayah Papua Tengah. Di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika, sebanyak enam gerai telah rampung dibangun dan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan koperasi.
Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, mengatakan enam gerai tersebut terdiri atas empat titik di Kabupaten Nabire dan dua titik di Kabupaten Mimika.
«“KDMP yang sudah selesai pembangunannya ada empat titik di Kabupaten Nabire dan dua titik di Kabupaten Mimika,” ujar Fajar Wibawa Angkasa.»
Di Kabupaten Nabire, pembangunan gerai dilakukan pada tujuh titik. Empat gerai telah selesai, sementara tiga titik lainnya telah mencapai progres pembangunan lebih dari 95 persen.
Sementara di Kabupaten Mimika, dua gerai yang menjadi target pembangunan telah rampung seluruhnya.
Empat Titik Baru di Nabire dan Tiga di Mimika Didata
Pengembangan gerai KDMP juga berpotensi diperluas ke sejumlah lokasi lainnya. Sebanyak empat calon titik baru telah didata di Kabupaten Nabire dan tiga titik di Kabupaten Mimika.
Menurut Fajar, penentuan lokasi mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kesiapan lahan, ketersediaan listrik, serta jumlah penduduk. Hal tersebut dilakukan agar gerai KDMP dapat menjalankan aktivitas koperasi secara berkelanjutan.
«“Sebetulnya satu desa itu ada satu KDMP. Tapi kita lihat dulu situasi penduduknya, karena harus minimal 500 kepala keluarga. Kita utamakan mungkin di daerah-daerah yang padat penduduknya terlebih dahulu,” tegas Fajar.»
Pengurus Mendapat Pendampingan
Setelah pembangunan fisik selesai, kesiapan pengurus menjadi salah satu tahapan penting sebelum gerai KDMP menjalankan kegiatan secara penuh.
Pengurus akan mendapatkan pendampingan terkait administrasi, pengelolaan koperasi, rantai pasok, hingga sistem penjualan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan gerai tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyedia kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi jalur pemasaran produk lokal.
Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari, mengatakan bangunan yang telah selesai tidak langsung diserahkan kepada pengurus untuk menjalankan kegiatan tanpa proses persiapan.
«“Bukan bangunan selesai nanti langsung diserahkan ke pengurus koperasi daerah. Ada proses mentoring bagaimana administrasinya dan pengelolaannya,” kata Dwi Palwanto Tirta Mentari.»
Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kemampuan pengurus, administrasi koperasi, pengelolaan rantai pasok, serta mekanisme penjualan.
Dengan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan yang memadai, Gerai KDMP diharapkan dapat memperluas akses pemasaran produk lokal masyarakat, memperlancar distribusi kebutuhan warga, serta mendorong perputaran ekonomi desa di berbagai wilayah Papua Tengah.(Red)