DANREM 042/GAPU TURUN LANGSUNG KE LOKASI KARHUTLA TAHURA BATANGHARI, PEMADAMAN DIPERKUAT
BATANGHARI, JAMBI, POROSAKTUAL.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Provinsi Jambi. Api yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Kabupaten Batanghari, mendapat perhatian langsung dari jajaran TNI. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turun ke lokasi, Senin (7/9/2026), untuk memastikan penanganan kebakaran tidak berhenti sebatas laporan, tetapi benar-benar bergerak di lapangan.
Turunnya Danrem ke lokasi menjadi langkah untuk melihat langsung kondisi Karhutla sekaligus mengecek kesiapan personel dan efektivitas penanganan api. Koordinasi dengan unsur terkait dilakukan untuk memetakan perkembangan situasi serta memastikan upaya pemadaman, pendinginan, dan pengendalian berjalan maksimal.
Bukan sekadar meninjau, Danrem juga memastikan para petugas yang berjibaku di lapangan mendapat dukungan. Makanan dan vitamin diberikan kepada personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla guna menjaga stamina selama menjalankan tugas di tengah kondisi lapangan yang berat.
«“Kita memberikan dukungan kepada para petugas yang berada di lapangan agar tetap memiliki stamina dalam melaksanakan tugas penanganan Karhutla. Penanganan ini membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak,” ujar Brigjen TNI Nyamin.»
Danrem menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu institusi. TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, instansi teknis hingga masyarakat harus bergerak dalam satu komando koordinasi.
Kesiapan personel dan soliditas antarunsur menjadi faktor penting untuk mencegah api semakin meluas. Setiap unsur di lapangan bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, dengan keselamatan personel tetap menjadi prioritas.
Penanganan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari melibatkan Kasiops Korem 042/Gapu, Kepala BPBD Kabupaten Batanghari, personel TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, BWS Wilayah Sumatera IV, serta masyarakat.
Ancaman Karhutla tidak boleh dianggap remeh. Selain mengancam kawasan hutan dan lingkungan, kebakaran yang meluas berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan memperburuk kualitas udara. Karena itu, pemadaman tidak cukup hanya mengejar titik api, tetapi harus dilanjutkan dengan pendinginan, pemantauan, dan pencegahan agar bara tidak kembali menyala.
Danrem 042/Gapu mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko Karhutla menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari seluruh elemen masyarakat.
Pesannya tegas: jangan tunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus dimulai sebelum kebakaran terjadi.
TNI bersama seluruh unsur terkait menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam mengendalikan Karhutla, melindungi kawasan hutan, menjaga lingkungan, dan mencegah ancaman kebakaran semakin meluas di wilayah Jambi.(Red)